Oleh: Bang Ichal | 4 Juli 2010

POLRI BUY ACTION MAGAZINE “TEMPO”

JAKARTA – Tempo magazine edition of ‘Accounts Fat Police Officers’ difficult to obtain in the market because police officers have been hired. These measures show the panic on information written by the magazine Tempo.

“This will create a negative image for the police or whoever is doing it. Because it would appear as someone who panic, fear and ultimately aim to put the brakes on the information just does not work,” said Ade Armando communications analysts, Monday (28-6).

According to Ade, a move that made the police personnel, it is not effective to stop the dissemination of information. The community is going increasingly intrigued with this and if possible could be reproduced by other means.

“If it could be reproduced Tempo photocopied, or scanned and then placed in the Online Tempo (Tempo Interactive),” he explained.

Ade added, if the police do is clearly wrong in the era of democracy. For comparison, Ade said, if the new order era by repressive measures to do so now chartering. Baca Lanjutannya…

Oleh: Bang Ichal | 23 April 2010

BUDIDAYA TANAMAN JABON (Anthocephalus Cambada) 2

CARA PENYEMAIAN JABON
A. Pengecambahan benih.
1. Sediakan media tempat kecambah (bak plastik) dan sungkup dari plastik2. Media perkecambahan adalah. Campuran pasir halus dan tanah halus (1:1), disterilisasi dengan cara digoreng selama 2 jam. Untuk mendapatkan media pasir halus, pasir di ayak dengan ayakan berukuran mikro (ayakan nyamuk).b. Campuran cocopeat (sabut kelapa yang sudah dicacah) dan arang sekaram (2:1). Keduanya dapat diperoleh/dibeli di toko-toko pertanian.3. Sebelum benih ditabur, media disiram sampai jenuh. Bila perlu bak tabur ditutup dengan plastik transparan (sungkup).4. Penaburan benih dapat dicampur dengan pasir halus agar penyebaran dalam bak kecambah merata. Perbandingan benih dengan pasir 2:1.5. Biasanya benih mulai berkecambah setelah 7-15 hari setelah penaburan dan akan mulai merata setelah 30 hari.6. Dalam satu bak kecambah ukuran 25 cm x 20 cm banyak biji yang ditabur cukup 1 sendok teh.

B. Pemeliharaan pada periode perkecambahan.
1. Pemeliharaannya dilakukan dengan penyiraman. Setelah penyiraman pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan setiap harinya (pagi dan sore) sampai minggu ke-10 / siap sapih ke polybag dengan ukuran bibit 5-10 cm dengan sprayer halus2. Penyiraman menggunakan air biasa untuk setiap harinya dan menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45 untuk setiap minggunya (1kali dalam semingggu). Untuk 1 liter air dicampur fungisida ¼ sendok Dithane M-45.3. Media kecambah harus terkena cahaya matahari tetapi tidak secara langsung perlu naungan dari plastik / sungkup / rumah kaca. Kondisi media SYARAT YANG PALINGàkecambah harus lembab dan basah jangan sampai kekeringan. PENTING.4. Selanjutnya bibit dipindahkan ke polybag di persemaian.5. Total waktu perkecambahan kurang lebih 1 bulan, total pemeliharaan setelah muncul kecambah 1,5 bulan hingga siap sapih. Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan kurang lebih 2-3 bulan.6. Bibit yang sudah dipindahkan ke polybag sangat cepat perkembangannya. 1 bulan bisa mencapai ukuran tinggi = 20-40 cm. Baca Lanjutannya…

Oleh: Bang Ichal | 23 April 2010

BUDIDAYA TANAMAN JABON (Anthocephalus Cambada) 1

KARAKTER TANAMAN
Tanaman kayu keras yang dapat tumbuh sangat cepat.
Lingkar batang pada usia 6 (enam) tahun bisa mencapai di atas 40-50 cm.
Jabon cepat tumbuh pada umur 4—6 tahun dan Mencapai usia optimal panen pada usia 10-15 th.
Usia 5-6 th sudah dapat dipanen. Pertumbuhan diameter pohon antara 5-10 cm/th

KELAS KAYU
Kelas Keras III, Kelas Awet V
Hasil kayu : dapat dibuat sebagai bahan bangunan non-konstruksi, mebeler,
bahan plywood (kayu lapis), Papan, peti, tripleks, Alas sepatu dan korek api
Selain itu juga cocok untuk pulp serat pendek yang memproduksi kertas
kualitas sedang. Baca Lanjutannya…

Oleh: Bang Ichal | 22 April 2010

BUDIDAYA TANAMAN SENGON (Albazia Falcataria)

Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :
Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa).
Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)
Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV – V.
Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: Bang Ichal | 17 Maret 2010

Cara Mudah Membersihkan Keyboard

KIBOR pada laptop atau komputer mudah sekali kotor akibat debu, kotoran, atau remah-remah makanan yang jatuh dan terselip di antara tutsnya. Jika dibiarkan, kotoran bisa semakin menumpuk dan membuat kibor macet atau rusak. Baca Lanjutannya…

Oleh: Bang Ichal | 12 Maret 2010

Tips Menjadi Pemimpin Yang Sukses

DI balik kisah kesuksesan seorang pemimpin hebat, terdapat sebuah lingkaran penting berisi para penasihat kepercayaan, pembimbing, serta rekan kerja yang mendukungnya. Sukses atau tidaknya seorang pemimpin dipengaruhi kemampuannya untuk membangun hubungan erat dengan orang-orang di sekelilingnya.

Menurut Keith Ferrazzi, penulis buku Who’s Got Your Back, setiap kelompok tersebut dapat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan dapat ditemukan dalam hampir setiap bidang, baik kehidupan pribadi maupun profesional. Baca Lanjutannya…

Oleh: Bang Ichal | 28 Januari 2010

Karena Ikhlas 1 Dirham Diganti 120.000 Dirham

(Author: Al Mujahid Hizbullah)

Dari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata, seorang pria berncerita padaku: Ada laki-laki yang berjualan benang tenun, ia menjual benang tenun itu satu dirham untuk membeli kebutuhan makan keluarganya. Ketika pulang dari pasar, ia melewati dua orang laki-laki yang sedang bertengkar karena memperebutkan uang satu dirham. Maka, agar tidak bertengkar ia berikan uang satu dirham kepada keduanya, sehingga iapun tak memiliki sesuatu lagi.

Sesampai di rumah ia mengabarkan pada istrinya apa yang baru saja terjadi. Sang isteripun lalu mengumpulkan perkakas rumah tangga untuk digadaikan demi memenuhi kebutuhan hidupnya hari itu, tetapi barang-barang tersebut tidak laku.

Tiba-tiba ia berpapasan dengan pria yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu berkata, “Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya. Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?” Ia pun mengiakan.

Lalu ikan itu dibawanya pulang untuk dimasak istrinya karena mereka hampir tak berdaya lagi karena lapar. Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Namun tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut

Wanita itu pun berkata gembira, ‘Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu.” Suaminya berkata, “Perlihatkanlah kepadaku!” Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. “Berapa nilai mutiara ini?” Tanyanya dalam hati. Iapun lalu disuruh istrinya menjualnya kepada pedagang mutiara yang ada di kotanya. Ia lalu mengambil mutiara itu dan segera pergi ke tempat para penjual mutiara.

Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Kawannya memperhatikan barang itu begitu lama, kemudian berkata, “Aku hargai barang itu 120.000 dirham. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani membeli di atas harga itu. Ia pun setuju menjualnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan.

Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, “Saya punya kisah, karena itu masuklah saya akan menceritakannya kepadamu.” Orang itu pun masuk. Setelah bercerita tentang kisahnya ia lalu berkata. “Ambillah sebagian dari hartaku ini”. Maka, orang fakir itu mengambil enam kantung uang dan dibawanya.

Setelah agak menjauh, orang fakir itu berkata, “Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir. Tetapi Alloh Ta’ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath. Dan yang diberikanNya kepadamu baru-baru ini adalah hanya satu qirath daripada-Nya, dan Dia masih menyimpan untukmu 19 qirath yang lain.”

Sudahkan kita menjadi pribadi yang ikhlas ? Wallohu a’lam.
sumber : http://www.dinarku.com/

Oleh: Bang Ichal | 19 Januari 2010

HARUSKAH KHILAFAH DITEGAKKAN DENGAN JIHAD?

Soal:
Ada yang berpendapat bahwa Khilafah tidak akan tegak, kecuali dengan jihad. Benarkah demikian? Apakah jihad juga merupakan metode dakwah?

Jawab:

Pertama: harus didudukkan dulu, bahwa dakwah, jihad dan Khilafah adalah tiga hukum syariah yang sama-sama wajib atas setiap kaum Muslim. Meskipun ketiganya sama-sama wajib atas kaum Muslim, masing-masing merupakan hukum syariah yang berbeda; sekalipun satu sama lain saling terkait. Ini sebagaimana karakteristik hukum syariah secara umum; satu sama lain tidak bisa dipisah, karena merupakan satu kesatuan sistem. Namun, mencampuradukkan satu-sama lain juga tidak proporsional.

Kedua: syariah menetapkan bahwa jihad tidak lain kecuali berperang di jalan Allah dalam rangka menjunjung tinggi kalimah-Nya, baik secara langsung maupun tidak. Inilah pendapat jumhur fukaha, termasuk empat mazhab.1 Memang, ada sejumlah ayat makkiyah yang menyebut kata jihad, yang notabene turun sebelum turunnya perintah berperang, yaitu: QS al-’Ankabut [29]: 6, 8 dan 69, Luqman [31]: 15, dan an-Nahl [16]: 110. Namun, dalam ayat-ayat tersebut—kecuali dalam QS an-Nahl [16]: 110—kata jihad berkonotasi bahasa (al-ma‘na al-lughawi), yaitu mengerahkan seluruh kemampuan.2 Adapun dalam kasus QS an-Nahl [16]: 110, kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa ayat ini adalah ayat Madaniyah yang terdapat di dalam surah Makkiyah.3 Dengan kata lain, konotasi kata jihad di dalam surat-surat Makkiyah tersebut tidak seperti yang dikemukakan oleh al-Buthi, yang menurutnya bisa juga berarti dakwah. Baca Lanjutannya…

Khilafah, sebagai sebuah istilah politik maupun sistem pemerintahan, sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Hanya saja, keterputusan kaum Muslim dengan akar sejarah masa lalu merekalah yang menjadikan Khilafah ‘asing’, bukan hanya dalam konteks sistem pemerintahan mereka, tetapi bahkan dalam kosakata politik mereka. Kalaupun sebagian kalangan Muslim mengakui eksistensi Khilafah dalam sejarah, gambaran mereka tentang Khilafah bias dan beragam. Ada yang menyamakan Khilafah dengan kerajaan. Ada yang menganggap Khilafah sebagai sistem pemerintahan otoriter dan antidemokrasi. Ada yang memandang Khilafah sama dengan sistem pemerintahan teokrasi. Ada juga yang menilai Khilafah sebagai sistem pemerintahan gabungan antara demokrasi dan teokrasi (baca: teodemokrasi).

Ketika dijelaskan bahwa sistem pemerintahan Khilafah bukan monarki (kerajaan), bukan republik, bukan kekaisaran (imperium) dan bukan pula federasi, sebagian kalangan Muslim sendiri malah ada yang menyindir, bahwa kalau begitu, Khilafah adalah sistem pemerintahan yang ‘bukan-bukan’. Sikap demikian wajar belaka mengingat: (1) Umat sudah lama hidup dalam sistem pemerintahan sekular; (2) Pendidikan politik di bangku-bangku akademis/lembaga pendidikan selalu hanya mengenalkan model-model pemerintahan tersebut—monarki, republik, imperium atau federasi—tanpa pernah memasukkan sistem Khilafah sebagai salah satu model pemerintahan di luar model mainstream tersebut; (3) Jauhnya generasi umat Islam saat ini dari akar sejarah masa lalu mereka, termasuk sejarah Kekhilafahan Islam yang amat panjang, lebih dari 13 abad. Baca Lanjutannya…

Oleh: Bang Ichal | 19 Januari 2010

Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

1. Apa pengertian Jama’ah Muslimin?
Pengertian Jama’ah Muslimin (Al-Jama’ah) sebagaimana yang dijelaskan oleh sahabat Rasulullah shallalahu alaihi Wasallam yaitu : “Al-jamaatu huwa mujama’atu ahlulhaqqi wain ollu”(Al-jama’ah adalah tempat berkumpulnya ahli haq walaupun sedikit)

2. Mengapa muslimin harus berjama’ah?
Karena diperintah oleh Allah dan Rosul-Nya “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali(agama) Allah seraya berjama’ah dan janganlah bercerai berai” (QS. Ali Imran : 103) “…Tetapilah jama’ah Muslimin dan imam mereka” (HR. Bukhari Muslim)

3. Apa pengertian Khilafah?
Pengertian Khilafah secara etimologi adalah “penggantian”, sedangkan secara terminologi adalah kekhilafahan/kepemimpinan di kalangaan umat Islam sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

4. Bagaimana hubungan Jama’ah Muslimin dengan Khilafah?
Jama’ah Muslimin adalah bentuk masyarakat Islam yang dipimpin oleh seorang Imaam. Khilafah adalah bentuk kepemimpinan masyarakat Islam dan ditakhsis oleh Rasulullah dengan Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jejak kenabian), bukan semata-mata Khilafah. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.